background img

DEWAN USUL RPJMD FOKUS COVID-19

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mengusulkan agar penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Balikpapan fokus pada program recovery economy.

Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh mengatakan, usulan bertujuan untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi yang saat ini terdampak akibat pandemi Covid-19.

“Saya berharap kepada pemimpin Kota Balikpapan berikutnya dapat fokus dalam menjalankan program pembangunan infrastruktur daerah, khususnya dalam 2 tahun ini, di antaranya dalam melaksanakan recovery ekonomi di daerah pasca pandemi Covid-19. Di antaranya dengan menghidupkan kembali sektor-sektor ekonomi seperti pariwisata, untuk mengcover APBD,” kata Abdullah kepada wartawan, Senin (25/11).

Menurut Abdulloh, usulan itu disampaikan terkait realisasi RPJMD periode 2016-2021 yang tidak tercapai di massa kepemimpinan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

Dirinya memahami tidak tercapainya target RPJMD tersebut juga dinilai sebagai dampak dari pandemi Covid-19, yang menyebabkan sejumlah program sudah direncanakan tidak bisa dilaksanakan.

Namun demikian, dirinya menilai Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi yang saat memimpin Kota Balikpapan juga tidak fokus dalam menjalankan program yang sudah disusun di RPJMD, ketika situasi belum terkena dampak pandemi Covid-19.

“Setelah saya evaluasi kinerja dari pemerintah dari awal masa jabatan hingga berakhirnya sebelum pandemi, dinilai tidak fokus dalam mencapai target RPJMD. Saya lihat dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur dinilai tidak fokus, di antaranya dalam menentukan progres pembangunan jalan drainase dan infrastruktur lainnya, sehingga ketika masuk tahun berikutnya tidak selesai juga,” ujarnya.

Dirinya berharap kepada pemimpin kota berikutnya dapat fokus dalam menjalankan program pembangunan infrastruktur daerah, khususnya dalam 2 tahun ini. Di antaranya dalam melaksanakan recovery ekonomi di daerah, pasca pandemi Covid-19 untuk menutupi kekurangan anggaran akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi.

Karena berdasarkan informasi yang diterima, pemerintah pusat berencana akan memangkas dana bagi hasil untuk Kota Balikpapan sebesar Rp 257 miliar.

Kondisi ini akan diperparah lagi dengan situasi ekonomi yang belum pulih, sehingga pemasukan daerah dari pajak dan retribusi belum dapat dimaksimalkan kembali.

(MAULANA/ KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *