background img

DEWAN MINTA JUMLAH PENERIMA BANSOS DIEVALUASI

7 days ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh memastikan tidak pengurangan terhadap besaran alokasi anggaran untuk pembiayaan penanganan Covid-19 dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020.

Berdasarkan rapat pembahasan anggaran, dilakukan perubahan mekanisme alokasi anggaran terhadap sisa dana penanganan Covid-19 dalam penyusunan APBD Perubahan 2020.

Sesuai dengan laporan penggunaan anggaran yang diberikan oleh Satuan Gugus Tugas Covid-19, sekitar 30 persen dari Rp150 miliar anggaran yang dialokasikan telah dipergunakan.

Ia menjelaskan, anggaran yang tersisa dipastikan tetap dipergunakan untuk penanganan Covid-19, namun tidak sepenuhnya dikelola melalui Gugus Tugas Covid-19.

Anggaran yang tersisa akan dikembalikan ke masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melanjutkan kembali program kegiatan yang tertunda pelaksanaannya akibat kebijakan refocusing anggaran.

Namun masing-masing OPD yang akan menerima kembali anggaran tersebut akan diarahkan fokus dalam menangani program recovery economy.

Jadi sebagian anggaran yang kemarin hasil refocusing akan diarahkan untuk program penanganan ekonomi dan sebagian lagi dikembalikan kepada masing-masing OPD,” jelasnya, Sabtu (12/9).

Terkait kebijakan Pemerintah Pusat, yang telah memperpanjang status tanggap darurat Covid-19 hingga 31 Desember 2020 mendatang, ia mengatakan pihaknya melakukan pembahasan terkait hal tersebut di antaranya dengan mengalokasikan sejumlah anggaran tambahan dalam membantu pembiayaan penanganan Covid-19.

“Ada beberapa item yang kita setujui untuk penambahan anggaran Covid-19 di antaranya pengadaan APD dan juga program-program untuk recovery economy, tapi saya lupa berapa nilainya,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa alokasi anggaran untuk program pemberian bantuan sosial kepada warga yang terkena dampak penyebaran Covid-19 akan tetap dilanjutkan dan telah dimasukan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan Perubahan Tahun 2020.

“Kondisi perkembangan yang terjadi sejak April dengan saat ini jauh berbeda, kami tetap membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Tetapi untuk pemberian bantuan sosial kami lebih memfokuskan kepada warga benar-benar miskin, tidak semua diberikan,” jelasnya.

Dengan kondisi anggaran yang terbatas, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota agar mengkaji ulang data penerima bantuan sosial yang ada, warga menerima adalah benar-benar warga miskin.

“Jadi jumlah penerima Bansos yang ada kemarin akan difilter lagi menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” tukasnya.(MAULANA/ KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *