background img

DEWAN DUKUNG SEKOLAH TATAP MUKA

3 days ago written by

KPFM BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan siap mendukung keputusan pemerintah yang akan mulai membuka kembali kegiatan pembelajaran secara langsung atau tatap muka pada Januari 2021.

Izin tersebut dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, yang memperbolehkan pemerintah di daerah membuka kegiatan pembelajaran di sekolah dengan tatap muka.

Pemberian izin pembelajaran tatap muka bisa dilakukan serentak maupun bertahap, tergantung kesiapan masing-masing daerah. Sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka harus melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Budiono mengatakan, pihaknya sangat mendukung keputusan dari pemerintah pusat tersebut. Namun tetap menyerahkan mekanisme pelaksanaan kegiatan pembelajaran secara tatap muka kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai OPD yang terkait.

“Kita tetap mengacu kepada pemerintah di mana daerah yang memungkinkan dengan dasar yaitu zonanya. Yang jelas harus disepakati juga oleh pihak orang tua siswa,” katanya kepada wartawan, Sabtu (21/11).

Mengenai simulasi kegiatan pembelajaran secara tatap muka yang dilaksanakan oleh Disdikbud Kota Balikpapan, Budiono menilai hal itu dapat dibenarkan, selama mengacu pada aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat.

“Kan ada pertimbangan meski potensi penyebarannya cukup besar. Kalau dinas pendidikan melakukan simulasi saya pikir sah-sah saja, karena mengacu pada pemerintah pusat,” jelasnya.

Menurut Budiono secara umum pihaknya sangat mendukung dibukanya kembali kegiatan pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Mengingat kegiatan pembelajaran secara daring selama 8 bulan terakhir ini dilakukan sudah menimbulkan rasa jenuh. Baik di kalangan orang tua maupun para siswa.

“Yang perlu diingat anak-anak mulai SD SMP, belajar tidak hanya semata-mata monoton melihat buku dan laptop. Tapi juga perlu diskusi atau tetap muka dengan teman-temannya. Ketemu teman itu juga salah satunya memberikan semangat belajar,” lanjutnya.

Untuk itu, Budiono mempersilahkan kepada pemerintah daerah melalui dinas pendidikan membuka kegiatan pembelajaran secara tatap muka. Selama hal itu mengacu pada protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Jadi kami mempersilahkan kepada dinas, kalau memungkinkan dilakukan tetap muka tentunya tetap mengacu protokol kesehatan,” pungkasnya.

(MAULANA/KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *