background img

DEWAN DORONG PROGRAM JUMANTIK DIGIATKAN

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Jumlah korban meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Balikpapan terus bertambah. Berdasarkan data, hingga saat ini sudah delapan orang yang kehilangan nyawanya akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut. Terbaru adalah anak berusia 11 tahun, warga Kelurahan Gunung Samarinda.

Menyikapi hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Mieke Henny mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan terkait penanganan kasus DBD di Balikpapan. Menurutnya, DKK harus gerak cepat dalam penanganan. Hal ini agar jumlah kasus maupun korban yang meninggal tidak terus bertambah.

“Kami minta Dinas Kesehatan menyikapi cepat. Terutama di tingkat Puskesmas, agar mengutamakan pelayanan kepada warga atau pasien terutama anak-anak yang kondisi badannya panas,” kata Mieke, Kamis (4/7).

Politisi Partai Demokrat ini juga meminta agar DKK dan masyarakat harus saling memahami karena demam yang terjadi pada anak-anak cukup susah didiagnosa gejalanya. Kemungkinan terburuk, salah satunya adalah si anak terjangkit DBD.

“Apakah demam karena mau batuk pilek, apakah penyakit lain, atau justru karena demam berdarah. Apalagi gejala demam berdarah belum tentu ditandai bintik-bintik merah di tubuh,” ujarnya.

Selain itu, ia pun mengingatkan Dinas Kesehatan agar tidak sekadar melakukan penindakan dan pencegahan ketika sudah jatuh korban. Begitu pula dengan kader Jumantik atau juru pemantau jentik yang programnya harus digiatkan lagi.

“Saya pun ingin menyampaikan agar honor Jumantik dinaikan sehingga mereka semangat memberikan penyuluhan ke masyarakat. Bukan zamannya honor satu rumah Rp 3 ribu. Nanti saya sampaikan ke wali kota,” ucapnya.

Masyarakat terlebih orangtua juga diimbau tidak terus menerus memberikan obat jika anak-anak mereka demam hingga dua hari. “Langsung bawa ke Puskesmas, rumah sakit atau dokter terdekat,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *