background img

DETEKSI DINI KANKER MULUT RAHIM

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kanker mulut rahim atau kanker serviks menjadi penyakit pembunuh perempuan nomor dua di dunia setelah kanker payudara. Data pada tahun 2012 ditemukan 15 ribu kasus baru per tahun di dunia, dan 8 ribu perempuan meninggal pertahunnya.

“Jadi setiap harinya ada sekitar 20 perempuan meninggal. Itu artinya hampir setiap jam ada wanita yang meninggal akibat kanker mulut rahim atau kanker serviks,” kata dr Varianidia Veterini, Sp.OG dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), Senin (10/2).

Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan yang akrab disapa Dian ini, hadir di program talkshow Interactive Healthy Care (IHC) radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan. Ia didampingi Humas RSPB Aditya Yorinda.

Menurut Dian, penyakit ini pada tahap awal biasanya hadir tanpa gejala. Banyak pasien yang datang dengan keluhan seperti nyeri pada perut bagian bawah, keputihan dan pendarahan setelah berhubungan sudah masuk pada kanker stadium lanjutan. Penyakit ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus).

“Tetapi ada beberapa faktor lain sebagai pencetus timbulnya kanker serviks. Di antaranya melakukan seks terlalu dini, bergonta-ganti pasangan saat melakukan hubungan seksual, riwayat keluarga pernah terkena kanker serviks, gaya hidup buruk seperti merokok dan obesitas, serta infeksi secara terus menerus,” jelasnya.

Menurutnya, keputihan yang dialami wanita pada saat akan menstruasi, atau setelah menstruasi tergolong normal. Yang tidak normal adalah bila keputihan sudah berbau, berwarna kekuningan. Bahkan ada yang berwarna kehijauan dan disertai gatal.

“Yang terpenting adalah malakukan deteksi dini dengan tes IVA dan papsmear secara berkala,” ujarnya.

Dijelaskan, tes IVA adalah inspeksi visual dengan asam asetat, atau dikenal juga dengan sebutan visual inspection with acetic acid yang bisa dilakukan pada layanan kesehatan PRIMER seperti di Puskesmas, dan hasilnya bisa dilihat langsung.

Sedangkan papsmear, lanjutnya, merupakan sebuah pemeriksaan untuk mengetahui keadaan sel-sel pada serviks (mulut rahim). Pemeriksaan ini dianjurkan untuk dilakukan secara berkala, bagi wanita yang sudah pernah berhubungan seksual, sebagai upaya untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini. “Hasilnya pun bisa dilihat setelah satu hingga dua minggu,” katanya.

Dian memaparkan, di Kaltim pada data 2014 tercatat ditemukan 60 kasus baru per tahun, dan tahun 2015 ditemukan 79 kasus baru pertahunnya. “Mengingat cukup tingginya kejadian penyakit ini, diperlukan kesadaran para perempuan untuk rutin melakukan deteksi dini. Bila hasil tes masuk dalam kategori normal, tes bisa diulang setiap tahun. Namun bila hasil tes dicurigai mengarah pada Lesi Pra Kanker tes bisa diulang tiga sampai enam bulan sekali stelah kelainannya dikoreksi” ujarnya.

Penyakit ini bisa dicegah. Dengan melakukan vaksin HPV yang dilakukan 3 KALI pada bulan ke 0, 2 dan 6, memiliki daya efektif 16 sampai 20 tahun. “Hilangkan rasa malu saat melakukan pemeriksaan, demi deteksi dini pada kanker mulut rahim,” kata Dian sembari menyebut, vaksin, pemeriksaan IVA dan papsmear bisa dilakukan pada Poli Kebidanan RSPB. (JESSICA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *