background img

DERITA MAMAT TANPA TELAPAK KAKI TANGAN

4 years ago written by

Balikpapan – Usianya menginjak tiga tahun. Namun Muhammad Nur Rizky tak seriang anak seusianya. Ia yang biasa disapa Mamat, terlahir tanpa telapak kaki dan tangan. Ibunya Nurhayati entah kemana. Pergi meninggalkannya sebatangkara di Panti Asuhan Ummi, Km 5, jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan.

Nurdiansyah pengelola Panti Asuhan Ummi turut prihatin dengan derita balita tersebut. Menurutnya, kehadiran Mamat sebenarnya tidak diharapkan ibunya. Semasa mengandung dengan sengaja terus menerus menenggak kapsul terlambat bulan yang berdampak buruk pada kesehatan kandungan.

Nurhayati awalnya pegawai di Panti Asuhan Ummi. Sehari setelah bekerja, ia mengalami kontraksi kandungan yang berusia 7 bulan.  Sebagai pengelola panti Nurdiansyah merasa iba, dan membantu proses persalinan Nurhayati. Namun tak dinyana Mamat lahir dengan fisik tidak sempurna. Ini membuat shock Nurhayati, begitu pun Nurdiansyah.

Dengan alasan tak punya biaya merawat anaknya, Nurhayati pun pergi. Mamat kini tumbuh dengan tubuh kecil tidak selayak anak seusianya. Namun dari raut wajahnya Mamat tampak tegar. Meskipun anggota tubuhnya kurang lengkap, dia berusaha mandiri. Segala aktivitasnya dilakukan dengan mengesot dan menggelinding. Mengambil makanan dan minuman pun tidak bisa. Untuk memegang dia lakukan dengan pergelangan tangan.

Demi masa depan Mamat, Nurdiansyah dibantu Balikpapan Tolong Menolong (BaTMen) berupaya mengumpulkan dana guna menambah biaya pengobatan Mamat yang rencananya akan dibawa ke rumah sakit ortopedi di Solo. “Beruntung Mamat memiliki BPJS yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan tangan dan kaki palsunya. Kami berharap ada dermawan yang bersedia menyisihkan sedikit rezekinya untuk menolong Mamat,” kata Nurdiansyah. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *