background img

DEMO HAK ASASI, MELENCENG APARAT TINDAK

4 years ago written by

Balikpapan – Penegasan Gubernur Awang Faroek Ishak pada saat Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim di Markas Kodam VI Mulawarman Balikpapan, Rabu (23/11), yang melarang warga Kaltim ikut demo di Jakarta ternyata dinilai kurang empati. Bahkan Awang menyebut yang ikut aksi bela agama jilid III tanggal 25 November dan 2 Desember di Jakarta merupakan calon teroris. “Kalau ada yang berangkat ke Jakarta untuk ikut demo lagi berarti dia nanti calon teroris,” tuding orang nomor satu di pemerintahan provinsi ini.

Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Piatur Pangaribuan tidak sependapat dengan ucapan Awang Faroek. Menurutnya, demonstrasi atau penyampaian pendapat merupakan hak demokrasi masyarakat yang diatur dalam UUD 1945. Sehingga dirinya menyimpulkan bahwa jika ada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat termasuk di Jakarta nanti, itu merupakan hak konstitusional masyarakat. “Berangkat boleh saja, karena itu merupakan hak asasi orang,” ujar rektor yang juga pengacara ini. Namun Piatur mengatakan, hendaknya aksi demo tersebut tak mengganggu hak orang lain. Jika aksi tersebut terjadi dan keluar dari aturan yang berlaku, maka pihak aparat berhak untuk bersikap tegas sesuai aturan. “Memang itu hak demokrasi. Tapi jika melenceng dari aturan, maka aparat berhak bertindak. Silahkan diproses secara hukum. Jangan sampai hak asasi seseorang mengganggu hak asasi orang lain. Jangan pula demokrasi seseorang mengganggu demokrasi orang lain. Jika aksi di Jakarta nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kan pasti sudah ada hukumnya. Maka silahkan aparat bertindak,” kata Piatur. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *