background img

DEA: CINTA TERPISAH TIGA KOTA

4 years ago written by

Claudia Devi sosok wanita ketat waktu. Namun di tengah kesibukannya sebagai General Manager Gran Senyiur Hotel Balikpapan, perempuan supel yang akrab disapa Dea ini tenteram menyiasati hari-harinya untuk aktivitas sosial dan komunikasi. Ia antusias menjalani hidup, lalu berbagi sesama. Dengan latarbelakang pendidikan ilmu kepribadian, Dea pun acap diminta menjadi pembicara di sejumlah tempat.

Di usianya yang kian matang, berbagai kisah dan pengalaman menarik dilewatinya hingga tercipta cerita penuh inspirasi. Sederet kisah menarik darinya saat memapar pengalaman hidup pada perayaan ulang tahun ke-45 di Gran Senyiur Hotel Balikpapan, Rabu (12/10). “Pengalaman itu muncul dari berbagai sumber, yaitu keluarga, pekerjaan hingga para sahabat,” ungkap Dea. Tak hanya pengalaman, Dea selalu menerapkan prinsip yang harus dipegang teguh dalam hidup. Dalam hal keluarga khususnya hubungan dengan suami dan anak, ia selalu menjalaninya tanpa beban. Namun tetap peduli dan sayang pada keduanya. “Jika ada masalah keluarga, jangan diambil pusing. Tetap tabah dan jalani apa adanya. Saling introspeksi diri masing masing. Karena jika dibikin stress akan mengakibatkan jerawat dan uban,” ujarnya seraya tersenyum.

Siapa yang mengira cinta antara Dea, suami dan anak terpisah di tiga kota. “Suami saya berada di Jakarta, anak di Yogyakarta, sedangkan saya di Balikpapan,” kata host program Dea and Friends di radio KPFM ini. Tak ada keraguan dalam menjalani hubungan jarak jauh. Yang penting baginya adalah saling percaya dan tetap komunikasi. Ada satu kalimat yang boleh dibilang prinsip Dea dalam menjalani hubungan, yaitu Love Me Or Leave Me: Cintai saya atau tinggalkan saya. Kalimat penegas dari seorang wanita karir.

Lantas seperti apa untuk urusan anak? Dea tak mau ketinggalan untuk menjadi saksi, dan selalu ikut andil pada pertumbuhan anak. Bahkan ia pun tak segan meminta maaf kepada anak jika dirinya melakukan kekeliruan. Bersikap rendah hati dan berani mengakui kesalahan ini diajarkan, niscaya anak pun sebaliknya. Itu pun dilakukan agar anak enggan mengedepankan ego dalam menyelesaikan segala permasalahan.

Dea juga enggan putus komunikasi dengan putrinya Shadira Firdausi. Anak sematawayang yang kini mengenyam bangku kuliah di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, juga perengkuh sejumlah prestasi seni. Terakhir sebagai Duta Wisata Kaltim 2016. Tentang seputar pekerjaan, Dea yang tetap terlihat bugar ini selalu berusaha menciptakan suasana dan lingkungan kerja yang guyub dan penuh kenyamanan.

Siapa pun tak menyangka bila Dea selalu menyajikan makanan racikannya untuk karyawan. Ini dilakukannya minimal dua kali sebulan untuk memperarat hubungannya dengan bawahan. Menciptakan suasana kekeluargaan di lingkungan kerja amat penting. Karena menurutnya, karyawan adalah second family. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
Up Close and Personal

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *