background img

BURUH PELABUHAN CABULI PELAJAR SMP

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinisial AW (31) sungguh bejat. Ia diketahui melakukan aksi asusila terhadap anak di bawah umur, hingga ia harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Duda yang tinggal di kawasan Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara (Balut) ini diringkus anggota Sat Reskrim Polres Balikpapan pada Rabu (26/6) lalu, lantaran dilaporkan melakukan perbuatan tak senonoh terhadap MSW seorang pelajar SMP yang masih berusia 13 tahun.

Kepada penyidik, AW bercerita awal mula kejadian tersebut. Saat itu dirinya bersama korban MSZ sedang berkumpul bersama teman-teman di lantai dua kamar kos miliknya. Namun, kedua teman MSZ bercumbu di depan AW dan MSZ.

“Temannya dia itu duluan begitu (ciuman, Red), kami lihatin saja. Enggak tahu kenapa kami juga terpancing untuk melakukan tindakan yang sama seperti mereka,” ujar AW kepada wartawan di Polres Balikpapan, Jumat (28/6).

Kesempatan ini pun langsung dimanfaatkan AW yang juga buruh pelabuhan. Ia langsung menarik tangan MSZ untuk menuju ke lantai bawah kos-kosan. Di ruang tamu inilah AW mengajak MSZ masuk kamar dan melakukan hubungan suami-istri. “Sebelumnya MSZ ke kamar mandi dulu. Dari kamar mandi dia pakai kain Bali. Kemudian kami ke kamar,” akunya.

Tak kuat menahan hawa nafsu, keduanya langsung melakukan hubungan terlarang di siang bolong. Namun entah karena sial, perbuatan keduanya diketahui oleh tetangga. Dan tetangga tersebut langsung melaporkan kepada orang tua MSZ.

“Saat kami sedang gitu, ada tetangga yang tahu. Langsung dilaporin ke ibunya. Nah, ibunya langsung lapor polisi. Malamnya saya ditangkap,” terang AW.

Sementara itu Kaur Binops Sat Reskrim Polres Balikpapan Iptu Agus Fitriyadi menjelaskan, ibu korban melaporkan pelaku cabul ini siang hari sekitar pukul 14.30 Wita. Usai menerima laporan, pihaknya langsung mengamankan tersangka di rumahnya di kawasan Balikpapan Utara pada malam hari, sekitar pukul 20.00 Wita. “Siang ibunya lapor, malamnya langsung kita amankan tersangka ini,” ujarnya.

Meski dalam pemeriksaannya tersangka mengaku melakukan hubungan intim tersebut suka sama suka, namun kepolisian tetap menahannya dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, karena korban masih berstatus Anak Dibawah Umur (ABG). “Dalam pengakuannya mereka lakukan karena suka sama suka, tapi tetap kita tindak. Karena korban masih di bawah umur,” ucapnya.

Atas perbuatannya ini, AW terancam pasal 81 ayat 2 tentang Perlindungan Anak dengan kurungan badan 5 hingga 15 tahun penjara. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *