background img

BNNK BALIKPAPAN MUSNAHKAN 2 KG SABU

2 weeks ago written by

Foto : Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat dua kilogram, Selasa (5/11).

KPFM BALIKPAPAN – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan kembali melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat dua kilogram, di Kantor BNNK Balikpapan, Jalan Abdi Praja, Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan, Selasa (5/11) siang.

Barang bukti sabu tersebut dimusnahkan dengan cara dilarutkan dalam dua buah blender berisi air. Selanjutnya, larutan berisi sabu tersebut dibawa ke dalam toilet untuk dibuang.

Proses pemusnahan dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Balikpapan, Kompol Muhammad Daud, dan disaksikan langsung oleh para tersangka. Hadir juga Asisten II Muhammad Noor, perwakilan Lapas II A Balikpapan, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Kaltim serta pengacara pelaku.

Menurut Kompol Daud, pemusnahan yang dilakukan ini guna menindaklanjuti daripada penetapan status barang bukti yang sudah diterima dari Kejaksaan Negeri Balikpapan.

“Undang-Undang mengharuskan bahwa barang bukti harus dimusnahkan di penyidik. Untuk itu penyidik menjalankan penetapan tersebut. Total barang bukti ada sekitar dua kilogram lebih,” kata Kompol Daud kepada awak media usai pemusmahan.

Adapun barang bukti sabu yang dimusnahkan ini, lanjut Kompol Daud, berasal dari empat orang tersangka. Dua di antaranya merupakan pasangan suami istri atau pasutri.

“Yang pasutri inisialnya LL dan DK. Mereka ditangkap di Jalan MT Haryono Balikpapan. Kemudian dua lagi inisialnya MH dan IR yang ditangkap di KM 13 Balikpapan Utara. Keempatnya diamankan pada rentan waktu selama bulan Oktober 2019,” ujarnya.

Daud menambahkan, sebelum dimusnahkan, barang haram tersebut diuji terlebih dahulu di Lab. Kemudian disisihkan setengah gram sebagai barang bukti di persidangan.

“Jadi sebelum dimusnahkan ini diuji dulu di Lab. Setelah itu disisihkan setengah gram sebagai barang bukti persidangan. Selebihnya dimusnahkan,” ungkapnya.

Ditanya terkait status tersangka, Daud menjelaskan hingga saat ini masih terus dilakukan pendalaman. Artinya, belum bisa diputuskan apakah hanya sebagai kurir atau bandar.

“Kami belum bisa memutuskan terkait status para tersangka ini. Masih terus kita dalami. Tapi barang bukti memang kami sita langsung dari para pelakunya,” tandasnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *