background img

BNN BEKUK PASUTRI KURIR SABU

1 month ago written by

Foto : Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Raja Haryono didampaingi Kepala BNNK Balikpapan, Muhammad Daud, saat konfrensi pers di kantor BNNK Balikpapan, Jumat (18/10) siang.

KPFM BALIKPAPAN –  Peredaran narkotika di Kota Balikpapan tampaknya kian mengkhawatirkan. Belum lama BNN mengungkap 38 kilogram sabu yang berasal dari negeri jiran Malaysia, saat ini BNNP Kaltim bersama BNN Kota Balikpapan kembali mengamankan dua kilogram sabu, pada Kamis (17/10).

Barang haram itu diamankan dari tangan Pasangan Suami Istri (Pasutri), berinisial LE (33) dan DS (29). Keduanya diamankan saat hendak meninggalkan Supermarket Giant Ekstra, jalan MT Haryono, Balikpapan Selatan, pukul 16.30 Wita.

Adapun kronologis pengungkapan, pada Kamis (17/10) siang, petugas BNN mendapat informasi bahwa akan ada transaksi narkotika jenis sabu di Supermarket Giant Ekstra. Mendapat informasi tersebut, petugas bergerak cepat melakukan penyelidikan.

“Sampai di lokasi petugas melihat LE dan DS ini dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Mereka mengambil suatu barang yang terbungkus plastik yang dicurigai narkotika,” kata Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Raja Haryono didampaingi Kepala BNNK Balikpapan, Muhammad Daud, di kantor BNNK Balikpapan, Jumat (18/10) siang.

Saat hendak akan meninggalkan Giant Ekstra, mobil yang dikendarai LE dan DS dihadang oleh petugas. Mereka pun sempat ingin mencoba kabur dari sergapan petugas, namun gagal. Petugas tampaknya lebih sigap.

“Saat digeledah, petugas menemukan sabu-sabu yang dikemas ke dalam plastik bening. Ada 20 paket kecil narkoba jenis sabu-sabu. Kalau kita total semuanya sekitar dua kilogram,” ujar Raja.

Kedua tersangka kemudian dibawa petugas ke Kantor BNNK Balikpapan. Mereka menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan sementara, LE dan DS berdalih jika mereka hanya seorang kurir narkoba.

“Tetapi ini masih dalam pengembangan. Jadi tidak menutup kemungkinan selain kurir bisa saja mereka juga sebagai bandar,” ungkap Raja.

Ditanya soal asal barang haram tersebut, Raja menduga, sabu-sabu milik Pasutri ini didapat dari Malaysia. Kemudian dipasarkan di wilayah Balikpapan dan sekitarnya.

“Jadi barang ini dikirim oleh rekannya yang saat ini masih tahap penyelidikan kami. Nanti akan kami kembangkan, kalau kami sudah dapat informasi akan kami sampaikan nanti,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, LE dan DS harus menghabiskan separuh hidupnya di balik jeruji besi. Keduanya dijerat dengan Pasal 112 ayat (2), juncto Pasal 132 ayat (1) UU 35/2009, tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman pidananya paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara. Dan pidana denda maksimum 10 miliar,” tandasnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *