background img

BNKK GAGALKAN PEREDARAN 925 EKSTASI

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Peredaran gelap narkotika jenis pil ekstasi kembali terungkap. Kali ini giliran jajaran Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan yang berhasil menggagalkan peredaran barang haram tersebut.

Dalam pengungkapan itu, BNNK Balikpapan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kota Balikpapan. Tim gabungan menyita barang bukti pil ekstasi sebanyak 925 butir.

Pil ekstasi yang disita itu berasal dari Pangkalan Bun dan hendak diedarkan di Kota Balikpapan. Untuk mengelabui pihak berwajib, tersangka mencoba mengirim paketan itu lewat jasa ekspedisi.

Kepala BNNK Balikpapan, Kompol M Daud menjelaskan, terungkapnya kasus itu berawal dari informasi masyarakat adanya pengiriman pil ekstasi dengan modus menggunakan jasa pengiriman ekspedisi menuju Kota Balikpapan.

“Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan pengintaian secara intensif. Hasilnya, pada Kamis (3/12) sekira pukul 08.30 Wita tim gabungan mengamankan seorang pria berinisial JUS alias FA (33),” kata Kompol Daud saat pers rilis, Kamis (3/12) malam.

Dalam penindakan itu tim gabungan mengamankan barang bukti berupa sebuah paket kardus berukuran sedang.

“Saat dibuka ditemukan bungkusan plastik berukuran sedang berisi pil yang diduga narkotika golongan satu jenis ekstasi. Jumlahnya 925 butir,” ujarnya.

Selanjutnya tim melakukan pengembangan, dengan melakukan penggeledahan di rumah tersangka di wilayah Balikpapan Selatan (Balsel).

“Hasilnya ditemukan satu paket plastik cetik berisi serbuk kristal dalam kotak rokok. Barang tersebut diduga narkotika jenis sabu dengan berat dua gram. Pelaku mengakui barang tersebut miliknya,” ungkapnya.

Kompol Daud menambahkan, barang haram tersebut rencananya akan digunakan tepat pada pergantian tahun nanti. “Ya, kita tidak bisa pungkiri bahwa ini adalah bulan Desember, masa-masa menjelang pergantian tahun,” ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka FA dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) serta Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *