background img

BLH BANTAH TUDINGAN TAK MAKSIMAL

4 years ago written by

Balikpapan – Banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik wilayah Balikpapan belakangan ini, salah satu penyebabnya disebut-sebut karena pengupasan lahan tak terkendali. Badan Lingkungan Hidup (BLH) instansi yang dianggap bertanggungjawab pada pengawasan di lapangan.

Pengamat hukum yang juga Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Piatur Pangaribuan menilai, BLH tidak bekerja maksimal dalam hal ini. Namun Kepala BLH Kota Balikpapan Suryanto membantah. Menurutnya, banjir yang terjadi Selasa (1/11) diakibatkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi. Akibatnya beberapa titik daerah Balikpapan mengalami banjir.

Dirinya juga mengatakan fungsi BLH adalah menyusun dan mengkaji amdal pada suatu pembangunan, sehingga dapat mengurangi dampak lingkungan.  “Jika ada yang mengatakan bahwa BLH tak bekerja, maka itu salah. Bukan saya mau membela diri, tapi memang saat ini curah hujan tinggi dan air laut sedang pasang,” ujar Suryanto, Rabu (2/11).

Terkait pengupasan lahan yang saat ini dinilai tak terkendali, pihaknya terus melakukan pengawasan. “Jika ada laporan dari masyarakat maka kami langsung tindak lanjuti. Seperti beberapa hari lalu, kami menerima laporan warga bahwa ada penebangan mangrove di daerah Kampung Baru, itu langsung kami laporkan ke polisi,” ujar Suryanto.  Dia menyebutkan, di bulan Oktober 2016 BLH telah menerima 3 laporan terkait perusakan lingkungan, dan seluruh laporan tersebut telah disikapi. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *