background img

BEDA INVESTASI DAN MENABUNG

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Di tengah kondisi krisis ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19, tidak ada jalan lain selain berhemat dan memperhitungkan investasi jika ingin terus bertahan.

Namun sebagian orang masih awam terhadap investasi. Banyak masyarakat yang bertanya-tanya apakah investasi dan tabungan (saving) adalah hal yang sama?

“Investasinya itu cukup berbeda dengan saving atau menabung di bank. Kalau investasi itu kita punya harapan nilai akan meledak-ledak, sedangkan kalau menabung, kita hanya mengamankan dana kita biar aman daripada ditaruh di rumah,” kata Ryan Filbert, Praktisi & Inspirator Investasi Indonesia serta Penulis Puluhan Buku Best Seller Nasional ketika menjadi narasumber program Sarapan Pagi di Radio KPFM 95.5 Mhz Balikpapan yang dipandu Sherly Kezia dan Elyana Sesil, Rabu (25/11).

Ia meminta masyarakat agar cermat dalam menentukan investasi sehingga tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi yang tidak jelas, dengan memperhatikan kejelasan legalitas perusahaan investasi yang ditawarkan.

“Kalau bicara namanya investasi ilegal itu berbagai macam. Tidak hanya pinjaman online, tapi termasuk juga multi level marketing yang tidak memiliki izin, termasuk bitcoin bisa juga dibilang ilegal,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Ryan juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pinjaman online yang saat ini marak. Karena di balik kemudahannya dengan cukup melampirkan KTP, masyarakat akan sangat dirugikan.

Seluruh data dimiliki oleh peminjam di handphone yang digunakan akan diambil oleh pemberi pinjaman.
Sehingga apabila terjadi tunggakan, maka seluruh contact yang ada di handphone peminjam akan dibagikan ke grup debt kolektor sebagai data pelanggan yang ditagih.

“Dengan adanya kemudahan pinjaman online, cukup dengan memasukkan nomor KTP saja orang sudah bisa mengajukan pinjaman online. Tapi masyarakat seharusnya sadar bahwa dengan mengajukan pinjaman online, aplikasi itu sudah memberikan akses data pribadi anda, di antaranya foto kemudian kontak di dalam handphone anda. Sehingga ketika peminjam itu menunggak pembayaran, maka semua kontak yang ada di dalam handphone yang telah diunduh akan di share dalam grup dan kemudian akan dilakukan penagihan. Saya kira cara-caranya tidak sesuai dengan kaidah-kaidah perbankan,” ujarnya.

Hal ini telah menjadi perhatian pemerintah, untuk memburu pelaku pinjaman online yang banyak merugikan masyarakat.

(MAULANA/ KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *