background img

BEA CUKAI AWASI PEREDARAN KRATOM

1 month ago written by

Foto : Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Timur, Fitrah Krisdiyanto.

KPFM BALIKPAPAN – Tanaman Kratom belakangan ini menjadi sorotan banyak pihak. Sebabnya,  tumbuhan endemis yang subur di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) ini disebut-sebut memiliki efek lebih bahaya dari kokain dan ganja jika disalahgunakan.

Menyikapi hal ini, sejumlah instansi terkait pun mulai  mewaspadai keberadaan serta peredaran tanaman ini. Salah satunya ada Bea Cukai. Dalam hal ini  mengawasi peredaran keluar masuknya baik di pelabuhan maupun bandara.

“Kami juga ikut mengawasi peredaran tanaman ini dari keluar masuknya di pelabuhan maupun bandara. Sebab tanaman tersebut sudah diperjualbelikan sebagai jamu atau pun teh seduh,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC)  Kalimantan Bagian Timur, Fitrah Krisdiyanto, saat media gathering bersama wartawan, Selasa (15/10).

Hanya dalam proses pengawasan, Fitra menegaskan jika pihaknya tidak bisa melakukan penindakan. Ini dikarenakan terkendala aturan hukum yang berlaku mengenai kratom tersebut.

“Untuk menindak memang belum bisa, karena belum ada dasarnya. Makanya kami juga masih menunggu. Nah untuk penanganannya kami berkoordinasi dengan karantina, Dinas Kesehatan dan instansi lainnya,” ujar Fitra.

Tanaman Kratom ini, lanjut Fitra, memang menjadi dilema. Di satu sisi tanaman ini juga digunakan sebagai olahan rumah tangga. Namun di sisi lainnya justru mengandung dampak negatif bagi kesehatan.

“Kalau bicara terkait dengan substansi material yang sifatnya banyak digunakan, itu dilema. Di satu sisi memang memberi manfaat yang baik, tapi di satu sisi ada dampak buruk. Jadi harus ada kepastian, apakah barang tersebut termasuk dilarang atau seperti apa?” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *