background img

BAWASLU HENTIKAN KASUS KAMPANYE CAPRES

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemeriksaan dugaan pelanggaran yang terjadi dalam kampanye Calon Presiden (Capres) 01 Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) 02 Sandiaga Salahuddin Uno oleh Bawaslu Balikpapan dihentikan. Karena tak memenuhi unsur pelanggaran.

“Unsur tidak terpenuhi, kasus dihentikan. Tidak naik penyidikan,” kata Ketua Bawaslu Balikpapan Agustan saat membeberkan hasil pemeriksaan dugaan pelanggaran dalam kampanye Jokowi, Jumat (24/5).

Sebelumnya, Bawaslu Balikpapan menduga adanya pelanggaran yang terjadi dalam kampanye Jokowi sebagai capres di Jembatan Manggar, Balikpapan, 28 Maret lalu. Dugaan pelanggaran yang dimaksud yaitu adanya penggunaan fasilitas negara, yaitu bangku milik salah satu SD (Sekolah Dasar) negeri di Balikpapan Timur.

“Yang terlapor kan tim pemenangan sama pihak penyelenggara. Sudah kita panggil untuk memberikan klarifikasi. Hasilnya, yang mengadakan pengadaan bangku, dan meja yang digunakan adalah orang per orang, yang tidak termasuk unsur subjek dari pelaksana kampanye. Jadi unsur tidak terpenuhi,” jelasnya.

Pun demikian dengan dugaan pelanggaran dalam kampanye Cawapres 02 Sandiaga Uno. Di mana, dugaan pelanggaran yang terjadi yaitu melibatkan anak kecil di bawah umur. Karena saat kampanye di Gedung BSCC Dome, 5 April lalu, ada anak-anak dalam gedung tersebut.

“Memang dilarang melibatkan warga negara yang tidak memiliki hak pilih dalam kampanye, termasuk anak kecil. Tentu subjek hukumnya tim kampanye. Tapi faktanya, anak-anak kecil yang ada di dalam gedung itu ibunya, orang tuanya yang bawa. Unsurnya tidak terpenuhi,” terang Agustan.

Sementara untuk dugaan adanya keterlibatan kampanye pejabat negara dalam acara talk show kewirausahaan di Pasar Segar, Kamis malam tanggal 4 April, yang dihadiri Cawapres Sandiaga Uno, lanjut Agustan, juga tak memenuhi unsur adanya pelanggaran.

“Gakkumdu sepakat, bahwa unsur beliau melakukan kampanye tidak terpenuhi,” ungkapnya. Dalam hal ini, pejabat yang dimaksud yaitu Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud.

Kemudian terkait dugaan pelanggaran peristiwa tak tersegelnya kotak suara di dapil Balikpapan Kota yang sempat menghebohkan warga Balikpapan, Jumat, 19 April lalu, juga telah selesai. Dengan keputusan kasus tersebut memang karena kelalaian petugas KPPS, bukan adanya kecurangan.

“Itu kelalaian. Apalagi dalam pleno PPK klir. Paling tidak kami telah memberikan rekomendasi ke KPU untuk memberi sanksi peringatan,” tuturnya.

Kasus tak tersegelnya kotak suara saat dibawa dari TPS ke tempat pleno tingkat PPK Balikpapan Kota, Hotel Mega Lestari itu juga sempat diunggah ke YouTube, oleh akun relawan pasangan 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *