background img

BALIKPAPAN ZONA HITAM COVID-19

5 days ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dengan peningkatan jumlah kasus konfirmasi positif yang terus meningkat, Kota Balikpapan masuk dalam zona hitam atau daerah yang sangat diwaspadai penyebaran virus Covid-19.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi selaku Ketua Gugus Tugas COVID-19 Balikpapan Kota Balikpapan membenarkan bahwa status Kota Balikpapan sudah bukan hanya zona merah, tapi sudah masuk dalam kategori zona hitam Covid-19.

“Bahwa kita harus lebih waspada karena memang sekarang ini pada dasarnya sudah bukan zona merah lagi, tapi pada zona hitam,” katanya ketika diwawancarai wartawan ketika memantau kegiatan swab test masal di Pasar Pandan Sari Balikpapan, Selasa (30/6).

Ia meminta kepada masyarakat Kota Balikpapan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus Corona.Ia menjelaskan, bahwa pihaknya sudah menggelar rapat dengan sejumlah pimpinan perusahaan di Kota Balikpapan untuk membahas sejumlah program dalam mengantisipasi lonjakan jumlah kasus terkonfirmasi positif.

Salah satunya dengan menekankan tentang kewajiban prosedur swab kepada karyawan yang didatangkan dari luar Kota Balikpapan, untuk melakukan swab test di daerah asal sebelum masuk ke Kota Balikpapan.

“Kita sudah bertemu dengan berbagai pimpinan perusahaan, kita sampaikan dan koordinasikan bagaimana supaya jumlah kasus yang terkonfirmasi di Kota Balikpapan ini tidak naik terus, karena memang sebagian besar kasus yang terkonfirmasi positif di Kota Balikpapan penambahannya berasal dari pekerja migas dan tambang yang pada dasarnya juga tidak bekerja di Balikpapan,” ujarnya.

Ia menerangkan, bahwa Pemerintah Kota Balikpapan juga meminta kepada pimpinan perusahaan yang hadir dapat memberikan edukasi kepada karyawannya termasuk mengoptimalkan Satgas Covid-19 di perusahaan. Karena ada kekhawatiran, sebagian karyawan perusahaan yang terpapar virus Corona bukan di areal tempat bekerja namun ketika sedang tidak bertugas atau di luar kantor.

“Kita minta untuk mendisiplinkan pekerjanya karena dikhawatirkan mereka tidak terkena di tempat kerja tapi ketika off kerja. Misalnya saat kumpul keluarga, kumpul teman, itu kita khawatirkan,” terangnya.

Ia meminta kepada pimpinan perusahaan agar memberikan pengarahan kepada karyawannya yang sedang berkantor untuk mengurangi kegiatan berkumpul dan di luar rumah. “Kita meminta kepada pimpinan perusahaan agar mereka mengedukasi karyawannya agar tidak bergerak bebas terlebih dahulu ketika off kerja,” pungkasnya.(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
Uncategorized

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *