background img

BALIKPAPAN KEKURANGAN PECANTING

4 years ago written by

Balikpapan – Batik khas Balikpapan kini mulai tumbuh dan berkembang. Peminatnya semakin banyak. Bahkan sekarang para pelaku industri kreatif ini mengaku kewalahan menerima order, lantaran tenaga pecantingnya kurang. Saat ini baru ada sekira 30 orang. Demikian yang diungkapkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Balikpapan Hj Arita Rizal Effendi saat ditemui KPFM, Kamis (20/10).

Kurangnya tenaga pecanting ini menjadi tantangan. Dekranasda, Disperindagkop, Disporabudpar, dan Disdik bahkan tak henti mendorong agar generasi muda Balikpapan tertarik menekuni kerajinan batik. Salah satunya lewat lomba menggambar dengan canting, dan lomba mendesain corak batik. “Dekranasda dari dulu sudah mengedepankan adanya ekonomi kreatif. Kami melihat belum ada yang khas dari Balikpapan. Maka dari itu anggaran untuk pameran kami alihkan untuk pelatihan membatik dengan motif khas Balikpapan,” ujar Arita.

Ia menjelaskan, motif batik khas ini selalu berkaitan dengan flora fauna Balikpapan, semisal mangrove, jahe, dan beruang madu. Namun tidak menghilangkan identitas Kaltim, seperti ornamen Dayak. Arita juga menyarankan agar semua pengrajin batik terus mengembangkan motif khas Balikpapan, tetapi masing-masing tetap mempertahankan ciri khasnya. “Harus punya ciri yang berbeda satu sama lain agar kami bisa tahu batik itu karya siapa,” ujarnya.

Untuk pemasaran hasil karya dari pengrajin batik lokal ini Arita mengaku selalu memanfaatkan setiap kesempatan dan kegiatan. Saat ini batik Balikpapan dalam bentuk kain itu dibanderol Rp 400 ribu hingga jutaan rupiah. Tergantung bahan dan motifnya. (FREDY/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *