background img

BAHAYA KABUT ASAP UNTUK KESEHATAN

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di pulau Kalimantan seperti di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) turut berdampak hingga ke Kalimantan Timur (Kaltim). Sejumlah daerah di Kaltim dikabarkan terpapar kepulan asap. Kota Balikpapan adalah salah satu yang ikut terdampak.
Ya, beberapa hari terakhir, Kota Minyak -sebutan Balikpapan- memang dihantui oleh kepulan kabut asap. Kondisi tersebut semakin membahayakan mutu udara dan sangat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Terutama gangguan saluran pernapasan atas seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) serta mata merah atau rawan iritasi.
Dokter spesialis paru Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) Dr. Subagyo, Sp.P mengatakan hal itu saat menyapa masyarakat Balikpapan di segmen Interactive Healthy Care (IHC) Radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Senin (16/9). Menurutnya, kabut asap ini bisa menyebabkan gangguan pada paru-paru dan mata.
“Yang jadi efek akibat kabut asap ini ada dua, yaitu paru-paru dan mata. Ini bisa akut dan juga kronik atau lama. Kalau akut itu kena langsung, jadi seperti sesak nafas dan juga mata berair. Kalau efek lama itu akan terjadi setelah beberapa minggu. Ini artinya respon setiap orang atas kabut asap itu berbeda-beda,” katanya.
Untuk menghindari dampak dari kabut asap ini, Dr. Subagyo menyarankan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap. Hal itu perlu dilakukan untuk menekan kemungkinan serangan infeksi saluran pernapasan dan gangguan pada mata, karena polusi udara kebakaran hutan dan lahan.
“Semua aktivitas yang bisa dilakukan di dalam ruangan usahakan di dalam ruangan saja. Termasuk olahraga juga. Misal kalau bersepeda, itu bisa dilakukan dalam ruangan saja,” ujar pria berkacamata itu.
Kalau pun tidak bisa dihindari dan memang harus beraktivitas di luar ruangan, ia menyarankan untuk menggunakan alat pelindung diri berupa kacamata dan juga masker. “Intinya kalau mau keluar ruangan yang pertama jauhkan diri dari kabut asap. Kemudian gunakan kacamata untuk melindungi mata dari kabut asap dan masker untuk menyaring udara yang kita hirup saat kabut asap,” ungkapnya.
Untuk masker, lanjut Subagyo, yang lebih efektif digunakan oleh masyarakat saat kabut asap seperti sekarang ini adalah masker jenis respirator, atau yang biasa disebut dengan N95. Masker ini merupakan jenis anti polusi yang dapat menyaring polutan dan partikel halus sampai 95 persen.
“Masker yang efektif itu yang jeninya respirator. Ini ada dua tipe, pertama itu respirator umum yang artinya debu jenis apapun ditangkap oleh dia. Kemudian ada juga yang spesifik sesuai pekerjaan,” tuturnya.
Durasi penggunaan masker respirator ini hanya tujuh hingga delapan jam saja. Lebih dari itu, kualitas fungsinya akan menurun. “Jadi kalau gunakan masker ini hanya sampai delapan jam. Kemudian saat membeli juga harus dilihat masanya, jangan sampai sudah lewat tanggal penggunaannya. Dan yang tidak kala penting cara pemakaiannya tidak boleh salah,” ucapnya.
Selain masker respirator, ada juga jenis masker yang mudah ditemui dan sering digunakan oleh orang-orang yang sedang bepergian. Namun, kemampuan masker ini untuk menyaring polutan dan partikel hingga 50 persen saja. “Tapi sebenarnya tergantung ukuran partikelnya. Kalau semakin gede ukurannya maka banyak yang disaring, sebaliknya makin kecil maka banyak juga yang lolos,” tandasnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
Uncategorized

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *