background img

AYAH BERPERAN PENTING PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Tidak semua ibu di dunia ini berkesempatan memberikan ASI Eksklusif untuk bayinya. Terutama pada 6 bulan di awal kehidupannya, dengan berbagai alasan. Padahal, banyak sekali manfaat yang baik dari pemberian Air Susu Ibu.

“Manfaatnya bukan hanya membuat bayi tumbuh sehat dengan kekebalan tubuh yang baik, tetapi juga bisa mengurangi risiko kanker pada ibu menyusui, serta membantu ayah agar bisa menyimpan dana pembelian susu untuk keperluan lainnya,” kata Kepala Seksi Gizi Kesehatan Kerja dan Olahraga, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Rinda Setyawati, Jumat (2/8).

Rinda menyampaikan itu pada talkshow program Karir dan Keluarga radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan yang dipandu Elyana Sesil. Hadir juga Wakil Ketua Formasi Kaltim Yuyun Kartika, dan Neng Suminar Ramdanika dari Komunitas Peduli ASI Balikpapan, bidang Kemitraan dan SDM.

Perbincangan siang tersebut dalam kaitan Pekan ASI Sedunia 2019. “Sejak adanya deklarasi Innocenti tahun 1990 di Florence Italia, lahirlah Pekan ASI Sedunia ini. Di mana peringatan ini mengamanatkan pentingnya mengampanyekan Air Susu Ibu. Makanya setiap bulan Agustus di minggu pertama setiap tahunnya, diperingati sebagai Pekan ASI Sedunia untuk meningkatkan kesadaran semua pihak tentang pentingnya ASI bagi bayi,” jelas Yuyun Kartika.

Neng Suminar Ramdanika menambahkan, tema Pekan ASI Sedunia tahun ini adalah Empower Parents Enable Breasfeeding, yang artinya adalah ayah dan ibu kunci keberhasilan menyusui. Slogannya;  Ayo Dukung Ibu Sukses Menyusui.

Menurutnya, banyak di luar sana yang beranggapan bahwa menyusui hanya urusan antara ibu dan anak. Padahal, ayah dan lingkungan sekitar sangat berperan agar produktivitas ASI pada ibu menyusui berjalan dengan lancar.

“Sikap suportif suami pada istrinya yang memberikan ASI sebenarnya sangat mudah. Cukup membahagiakan, seperti memijat pundak istri atau membelikan makanan kesukaan. Itu saja sudah sangat membahagiakan ibu menyusui,” katanya.

Karena, lanjutnya, jika ibu menyusui merasa bahagia, maka produksi ASInya akan lancar sesuai kebutuhan bayi. “Bahkan menemani istri memberikan ASI pada bayi, juga bisa membuat ibu bahagia, karena merasa diperhatikan,” ujar Yuyun Kartika.

Selain peran suami dan lingkungan, Pemerintah Pusat pun ikut mendukung. Sudah ada Peraturan Pemerintah No 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif serta Permenkes No 15 tahun 2013 tentang tata cara penyediaan fasilitas khusus menyusui dan memerah ASI. Selain itu Pemerintah Daerah  pun mengeluarkan Perda yaitu No 9 tahun 2015 tentang KIBBLA dan Perwali No 22 tahun 2016 tentang pemberian ASI Eksklusif.

“Ibu menyusui tidak harus mengonsumsi makanan yang banyak agar ASInya melimpah. Tetapi konsumsi makanan yang bergizi, bernutrisi, dan tidak usah berlebih. Anggapan bahwa ibu menyusui tidak boleh makan pedas agar bayinya tidak diare pun sebenarnya salah. Ibu menyusui boleh makan apa saja sesuai dengan Isi Piringku,” ucap Rinda Setyawati.

Selain Pekan ASI Sedunia, di bulan Agustus ini ada jadwal pemberian vitamin A. “Segera bawa bayi dan balita Anda, mulai usia 6 bulan hingga 5 tahun, ke Posyandu terdekat atau ke Puskesmas untuk mendapatkan Vitamin A Secara gratis,” imbuhnya. (SESIL/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *