background img

ATASI BANJIR, PEMKOT TERAPKAN GROUND TANK

1 month ago written by

Foto : Audensi Pemkot Balikpapan dengan KLH di Aula Kantor Wali Kota Balikpapan, Kamis (17/10).

KPFM BALIKPAPAN – Krisis air serta banjir yang masih menghantui Kota Balikpapan mendapat perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. Sebagai langkah konkritnya, Pemkot menggelar audensi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Aula Kantor Wali Kota Balikpapan, Kamis (17/10).

Audensi itu bertujuan membahas dan merumuskan solusi penanggulangan banjir dan gerakan menampung air hujan di Kota Beriman -Sebutan Balikpapan.

Salah satu solusi yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut adalah, Pemkot akan mewajibkan perumahan atau pengembang untuk membangun penampungan air atau ground tank di setiap unit rumah yang dijual.

“Ke depan kita akan mengeluarkan aturan mengenai kewajiban membangun ground tank. Kalau bisa diwajibkan setiap perumahan atau pengembang punya penampungan air hujan, minimal lima kubik setiap rumah,” kata Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud usai kegiatan.

Kebijakan tersebut, lanjut Rahmad, merupakan penerapan dari konsep TRAP (Tampung,  Resap, Air dan Pelihara). Untuk itu perlu dibuat aturan hukum yang mewadahi kebijakan dan konsep penanganan banjir di Balikpapan.

“Kita harapkan bisa untuk di perumahan baru.  Bangun di garasi untuk tampung air saat musim hujan. Jadi bisa buat persedian air bagi warga di setiap rumah saat kemarau panjang,” ujar orang nomor dua di lingkungan Pemkot Balikpapan itu.

Di samping itu, program ini juga untuk mendukung rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim. Sebab, sebagai kota penyangga, diperkirakan jumlah pendatang ke Balikpapan akan meningkat seiring dengan realisasi pemindahan IKN.

Kondisi tersebut tentu harus sejalan dengan kesiapan infrastruktur daerah. Salah satunya menyangkut ketersediaan fasilitas air bersih. Sementara, sejauh ini sumber air baku untuk diolah menjadi air bersih menjadi persoalan serius.

“Makanya salah satu solusinya dengan menggalakan program gerakan menampung air hujan bagi seluruh masyarakat. Kami akan menginstruksikan kepada Camat, Lurah dan instansi terkait untuk menyosialisasikan ke masyarakat terkait Gerakan Menampung Air Hujan,” ungkapnya.

Menurut Rahmad, kondisi geografis Kota Balikpapan yang hampir tidak pernah dilanda kemarau berkepanjangan sangat mendukung program tersebut. “Program ini sangat cocok untuk Balikpapan. Ini juga sudah diterapkan di sejumlah negara maju,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Balikpapan juga sepakat untuk membentuk Forum Peduli Daerah Aliran Sungai (DAS). Forum ini akan segera dibentuk pada tahun 2020 mendatang.

“Ini melibatkan sejumlah instansi terkait lainnya. Seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Lingkungan Hidup dan perwakilan masyarakat peduli lingkungan,” tandasnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *