background img

APBD BALIKPAPAN BISA ANJLOK

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pandemi virus Corona telah memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat.Tak hanya mengancam kesehatan masyarakat, penyebaran virus Corona yang semakin mengkhawatirkan juga berdampak pada sejumlah kegiatan perekonomian yang terpaksa terhenti.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, penanganan terhadap ancaman virus Corona merupakan prioritas utama agar tidak terus menyebar dan merugikan masyarakat.“Anggaran untuk penanganan virus Corona masih kita susun. Angka pastinya belum bisa disebut karena masih berkembang,” kata Rizal kepada wartawan, Jumat (27/3).

Menurutnya, pihaknya hingga saat ini belum bisa menentukan berapa total anggaran yang dibutuhkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan dalam upaya antisipasi terhadap ancaman penyebaran virus Corona.

Karena banyak alokasi yang anggaran yang diprogramkan oleh Pemerintah Pusat, yang hingga saat ini belum ada kejelasan terkait pembagian porsi anggaran antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. Di antaranya menyangkut pembiayaan perawatan pasien serta insentif petugas medis yang bertugas selama proses penanganan virus Corona.

Untuk sementara total anggaran yang telah diperhitungkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan baru sekitar Rp9 miliar. Dana tersebut merupakan anggaran untuk penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sudah dialokasikan dalam APBD Kota Balikpapan tahun 2020 ini.

Namun dana tersebut belum meliputi anggaran pembiayaan perawatan pasien dan insentif yang dijanjikan Pemerintah Pusat kepada petugas medis yang dilibatkan dalam upaya penanganan virus Corona di Kota Balikpapan.Ia memperkirakan bencana wabah Corona di Kota Balikpapan akan berdampak besar kepada anggaran daerah.

Karena selain banyak menghabiskan anggaran untuk proses penanganan, pemasukan daerah juga menjadi minim karena kegiatan perekonomian yang terhambat.

“Saya perkirakan pasti akan berdampak pada anggaran tahun depan, APBD kita tahun depan saya perkirakan bisa turun hingga 50 persen,” ungkapnya.Menyikapi persoalan perkiraan anjloknya anggaran daerah, pihaknya berencana akan menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mengatasi masalah penurunan anggaran yang terjadi.

Di antaranya dengan melakukan upaya efisien anggaran belanja daerah seperti membatalkan sejumlah kegiatan yang dinilai tidak mendesak serta memangkas sejumlah kegiatan perjalanan dinas.Termasuk memangkas alokasi anggaran yang dinilai masih dapat dilakukan efisiensi serta menunda sejumlah kegiatan yang dinilai tidak mendesak.

“Ini masih berkembang, kita lihat masih banyak hal yang belum jelas seperti pembiayaan pasien bagaimana pembagian pusat dengan daerah, serta insentif tenaga medis. Untuk itu, kita akan bertemu dengan DPRD untuk membahas rencana revisi sejumlah anggaran dalam APBD,” terangnya.(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *