background img

ANGGARAN SUBSIDI SWAB MANDIRI 2 MILIAR

6 days ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mengalokasikan dana mencapai Rp2 miliar untuk membiayai pemberian subsidi bagi masyarakat yang melakukan swab test mandiri.

Hal itu merupakan salah satu upaya pemerintah membantu kesulitan warga di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini dalam melakukan swab test mandiri.

Sesuai aturan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan, biaya Swab sudah diturunkan menjadi Rp900.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr. Andi E Juliarti yang akrab disapa Dio mengatakan, bahwasanya Pemerintah Kota Balikpapan sudah menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Pusat untu menurunkan biaya swab mandiri bagi masyarakat.

Dengan memberikan subsidi bagi masyarakat yang akan melakukan pemeriksaan swab secara mandiri untuk memastikan kondisi kesehatan dirinya terhadap ancaman penularan virus Corona.

Saat ini program pemberian subsidi bagi masyarakat yang melakukan swab test secara mandiri sudah berjalan dengan menggunakan anggaran yang sudah dialokasikan oleh pemerintah.

“Saat ini sudah berjalan, penyerapannya sudah mencapai Rp600 juta, dengan alokasi Rp900 ribu per orang, hasilnya dikirimkan ke Rumah Sakit Kanudjoso dan Klinik Tirta,” katanya ketika diwawancarai wartawan.

Ia menjelaskan, jumlah warga yang akan dibantu melalui program subsidi ini akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang sudah dialokasikan.

“Jadi dibagi saja Rp900 ribu anggarannya ada Rp2 miliar, kalau sekarang sudah terealisasi sekitar Rp600 juta,” urainya.

Selain itu, ia memastikan bagi warga yang melakukan swab test berdasarkan hasil tracking tidak dikenakan biaya atau gratis. Hanya perlu datang ke Dinas Kesehatan Kota Balikpapan untuk memastikan kondisi kesehatan dirinya.

“Kalau tracking masih jalan, itu kan gratis, warga tinggal datang ke DKK (Dinas Kesehatan Kota) untuk melakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

(MAULANA/KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *