background img

ANGGARAN PILKADA UNTUK CORONA

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota berencana akan mengalihkan seluruh anggaran yang telah dialokasikan untuk pelaksanaan Pilkada serentak di Kota Balikpapan untuk membiayai upaya penanggulangan wabah Corona atau Covid-19.

Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh mengatakan, kebijakan merupakan hasil kesepakatan yang diambil oleh DPRD Kota Balikpapan bersama Pemerintah Kota Balikpapan untuk menindaklanjuti rencana percepatan penanganan penyebaran virus Corona.

“Sesuai dengan hasil kesepakatan rapat, bahwa anggaran hibah untuk Pilkada akan kami alihkan untuk penanganan Covid-19, yang sudah terlanjur dicairkan ya sudah ditetap dipergunakan,” kata Abdullah kepada wartawan.

Berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemerintah Kota Balikpapan, Komisi Pemilihan Umum Kota Balikpapan, Badan Pengawas Pemilu Kota Balikpapan dan Kepolisian Resort Kota Balikpapan, total anggaran yang disetujui untuk pelaksanaan Pilkada Kota Balikpapan tahun 2020 tercatat mencapai Rp73 miliar.

Dana tersebut dicairkan dalam tiga tahap.Tahap pertama, dana tersebut sebagian sudah dicairkan sebesar Rp28 miliar yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Balikpapan tahun 2019. Jumlah yang sudah dicairkan tersebut mencakup sekitar 40 persen dari total anggaran yang dialokasikan.

Namun karena kondisi Kota Balikpapan yang sudah masuk kategori tanggap darurat bencana terhadap wabah virus Corona, sisa dana yang belum dicairkan akan dialihkan sepenuhnya untuk membiayai program percepatan penanganan virus Corona.

Abdulloh menerangkan, kebijakan untuk mengalihkan sejumlah anggaran yang sudah ditetapkan dalam APBD, merupakan upaya untuk mencukupi kebutuhan anggaran dalam mendukung kebijakan pengetatan sosial yang diterapkan.

Termasuk juga untuk membiayai rencana pemberian santunan kepada masyarakat tidak mampu dan masyarakat berpenghasilan tidak tetap yang terdampak ekonomi atas bencana virus Corona.

“Dengan kondisi yang ada saat ini, kita akan kesulitan untuk mendapatkan anggaran, sehingga kegiatan yang tidak mendesak akan dirasionalisasi,” jelasnya. (MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *