background img

ADAB DALAM MENUNAIKAN ZAKAT

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Zakat, infaq dan sedekah adalah ibadah yang di perintahkan dalam ajaran Islam yaitu dengan menyisihkan sebagian harta untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Hal itu disampaikan Ustadz H Wahyu Hidayat, Lc, MSI dalam program Sajadah (Sajian Amal Ibadah) bersama Dompet Dhuafa di radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Jumat (29/11). Tausiah singkat kali ini bertajuk Adab dalam Berzakat.

Ustadz Wahyu menyampaikan, adapun zakat hukumnya wajib untuk ditunaikan, yang mana pengertiannya adalah harta tertentu yang diberikan kepada orang-orang tertentu, dengan besaran tertentu dan pada waktu tertentu.

Harta tertentu karena tidak semua harta wajib dikeluarkan zakatnya, misal kita memiliki tabungan uang atau emas senilai 85gr dan tersimpan selama 1 tahun hijriyah maka dikeluarkan zakatnya 2,5%.

Begitu pula jika seseorang memiliki 30 ekor sapi maka dikeluarkan zakatnya 1 ekor sapi yang berumur setahun, atau memiliki 40 ekor kambing maka dikeluarkan zakatnya 1 ekor kambing yang berumur 1 tahun.

Adapun rumah yang ditinggali, kendaraan yang digunakan, emas atau perhiasan yang dipakai maka tidak wajib dikeluarkan zakatnya, kecuali kalau rumah, kendaraan atau perhiasan itu diperjual belikan maka ada zakat perniagaan.

Saat menunaikan zakat, lanjutnya, hindari mengungkit dan menyakiti perasaan orang yang menerima zakat karena hal tersebut akan membatalkan pahala amalan yang dilakukan.

Zakat juga bentuk ujian dari Allah SWT, karena pada hakikatnya harta adalah salah satu hal yang dicintai manusia, sehingga mengelurkan zakat, infaq dan sedekah adalah ujian dari Allah, apakah hartanya lebih dicintainya sehingga disimpan dan tidak dikeluarkan zakatnya atau kah Allah lebih dicintainya sehingga ia lebih mengedepankan perintah Allah dari pada kecintaannya kepada harta.

Ada tiga golongan dalam menjalani ujian ini, yakni : pertama adalah golongan yang melepaskan semua hartanya. Seperti Abu Bakar As-Sidiq contohnya.

Golongan kedua, orang yang mengeluarkan sebagian hartanya dan sebagian lainnya disimpan untuk momen kebaikan lainnya.

Sedangkan golongan terakhir, atau batas minimal seorang muslim adalah orang-orang yang menjalankan yang wajib-wajib nya. Menunaikan zakat fitrah, zakat maal dan lainnya, ia tidak menunaikan infaq atau sedekah yang sifatnya sunnah namun yang wajib ia tunaikan.

Untuk menunaikan zakat maka nisab atau batas minimal harta yang dimiliki seperti emas yang harganya selalu berubah tentu harus memiliki patokan harga, yang dalam hal ini Pemerintah melalui Kementrian Agama yang menentukan nisab atau batasan harga yang wajib dikeluarkan, dan kemudian lembaga-lembaga zakat yang diakui Pemerintah memberikan edukasi serta membantu dalam mengumpulkan serta menyalurkan zakat. Salah satunya adalah Dompet Dhuafa, silahkan datang atau hubungi pengurus untuk melakukan perhitungan zakatnya. (JESSICA/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *