background img

ADA 500 HALTE SAMPAH DI GUNUNG BAHAGIA

3 years ago written by

Balikpapan – Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, yang menjadi pilot project pemilahan sampah dari sumbernya, mempunyai 500 Halte Sampah yang tersebar di empat zona pemukiman penduduk.

“Sampah rumah tangga yang telah dipilah antara organik dan anorganik ini kemudian diangkut oleh 4 unit armada pick up pada jam yang telah ditentukan,” ujar kordinator program Material Recovery Facilities (MRF) Jen Supriyanto kepada KPFM, Senin (3/7).

Menurutnya, sampah yang terkumpul di halte itu seterusnya dibawa ke pusat fasilitas pengelolaan sampah kering di jalan Rengganis, Gunung Bahagia, untuk diolah dengan teknologi konveyor. Program MRF ini sudah berlangsung sejak Februari 2015 lalu.

Jen perlu menjelaskan hal ini terkait dengan adanya pemberitaan penumpukan sampah Lebaran Idul Fitri di jalan Belibis, arah keluar jalur Balikpapan Islamic Center (BIC). Onggokan sampah beberapa hari yang sudah menimbulkan bau tak sedap itu mengganggu pemandangan.

Dikatakannya, tumpukan sampah itu bukanlah Halte Sampah yang sudah ditentukan pihaknya, melainkan tempat pembuangan sampah bayangan yang dilakukan masyarakat tidak bertanggungjawab. “Ini sudah kesekian kalinya terjadi. Dan kami sudah memberikan peringatan,” tegasnya.

Menurutnya, berdasarkan pemantauan petugas MRF di lapangan, tumpukan sampah di jalan Belibis itu ditengarai ulah sebagian pedagang makanan yang membuang sampah di luar waktu yang ditentukan.Bahkan ada yang bukan warga Kelurahan Gunung Bahagia.

PicsArt_07-03-12.28.04

Jen sependapat perlunya diefektifkan kembali sosialisasi MRF ini. “Pihak RT dan kelurahan yang lebih dekat dengan masyarakat seharusnya bisa memberi edukasi tentang pemilahan sampah yang sudah diterapkan di Gunung Bahagia,” ujarnya.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Susarno mengaku pengangkutan sampah di jalan Belibis tersebut bukanlah tanggung jawab pihaknya lagi.

“Sejak ada program pemilahan sampah, urusan pengangkutan sampah di Kelurahan Gunung Bahagia sepenuhnya tanggung jawab pihak MRF. Kami sebagai pembina hanya membantu saat mereka kewalahan,” ujar Susarno yang ditemui KPFM di kantornya jalan Ruhui Rahayu.

Dari pantauan KPFM di lapangan, Selasa (4/7), tumpukan sampah di jalan Belibis yang dikeluhkan itu sudah terangkut.

“Selama Ramadhan jumlah sampah memang membludak, dan kami harus bekerja ekstra untuk bisa mengangkut semua hingga H-1 Lebaran. Tetapi tetap saja terus menumpuk, terkesan seolah petugas kami tidak mengangkutnya,” tambah Jen.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, pihak MRF dan Dinas Permukiman Kota Balikpapan sudah merencanakan penanaman bunga di sepanjang jalur hijau lintasan utama arah BIC sebelum Lebaran. “H-1 itu pihak MRF berkoordinasi dengan Dinas Perkim untuk membersihkan semua sampah. Sebelum ditanami bunga malamnya, sampah sudah terlihat menumpuk lagi,” paparnya. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *