background img

ABDULLOH : PERTAMINI HARUS DIAKOMODIR

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kehadiran Penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran dengan sistem digital atau Pertamini yang melanggar aturan, serta dianggap ilegal oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, juga mendapat tanggapan serius dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Abdulloh.

Orang nomor satu di lingkungan DPRD Balikpapan itu menyebut jika persoalan ini tengah dibahas dengan pihak Pertamina. Dalam hal ini terkait dasar-dasar apa yang telah disampaikan kepada pengusaha Pertamini tersebut.

“Kami sedang berkoordinasi dengan Pertamina. Kami yakin pihak Pertamina pasti memiliki aturan khusus atau dasar-dasar terkait izin usaha Pertamini tersebut. Kalau di Pemerintah belum ada regulasi itu,” kata Abdulloh usai memimpin Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan, Selasa (25/6) siang.

Kehadiran Pertamini sejatinya disambut baik oleh Abdulloh. Sebagai wakil rakyat, dirinya sangat bangga ada masyarakat yang ingin berusaha dibanding menjadi pengangguran.

“Apa bedanya Pertamini dengan pom bensin? Sepanjang itu memenuhi syarat dan memiliki legalitas, tidak masalah. Saya lebih melihat dari perspektif bahwa orang yang berusaha tersebut adalah orang Balikpapan sendiri. Pedagang Pertamini itu masuk dalam kategori pengusaha mikro yang seharusnya diakomodir,” ujar Abdulloh.

Hanya, lanjut politisi Partai Golkar itu, yang perlu dibahas bersama adalah regulasi terkait keamanan. Karena niat masyarakat sudah baik ingin berusaha. Tinggal bagaimana Pemerintah membuat pedagang tersebut nyaman berusaha dengan koridor dan aturan yang ada.

 “Niat masyarakat sudah baik. Mau berusaha. Makanya kita koordinasikan ke pihak Pertamina dulu. Nanti kita seperti apa,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *