background img

500 SEKOLAH UJICOBA KO-KURIKULER

4 years ago written by

Balikpapan – Menyadari bahwa Kurikulum 2013 kurang lengkap untuk menjawab kebutuhan Nawa Cita Presiden Jokowi di bidang Pendidikan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menginginkan agar kurikulum yang ada lebih disempurnakan dengan pembangunan karakrer anak didik sejak dini melalui program Ko-Kurikuler.

Hal ini disampaikan Mendikbud usai menjadi pemateri seminar yang diadakan saat Rakornas GMNI di Kuningan, Jawa Barat, baru-baru ini. “Jika kita ganti kurikulum 2013, maka berpotensi untuk ribut lagi, jadi hanya kita tambahkan dan lengkapi dengan Ko-Kurikuler,” ujar Muhadjir.

Ko-Kurikuler sendiri adalah program yang menyatukan kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler yang secara otomatis para siswa akan berada di sekolah selama 8 jam. Program ini memberikan waktu bagi siswa untuk belajar banyak hal melalui kegiatan di lingkungan sekolah yang tak hanya di ruang kelas. “Kita ingin merombak paradigma sekolah agar tidak mempetak-petakkan intrakurikuler dan ekstrakurikuler, karena itu semua adalah termasuk kurikuler. Melalui program ini diharapkan agar kegiatan belajar siswa tak hanya tertumpu pada pelajaran di kelas,” ujar menteri yang baru dilantik beberapa bulan lalu ini.

Muhadjir mengatakan, saat ini persiapan telah dilakukan mulai dari penataran guru, kepala sekolah hingga gaji. Ko-Kurikuler mulai diterapkan tahun ini. “Ada 500 sekolah yang diuji coba sebelum dinasionalkan, kemudian tahun depan akan diperluas hingga 1.500 sekolah,” ujar Mendikbud Muhadjir Effendy. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *