background img

17 SANTRI DALAM KEADAAN SEHAT

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Duka menyelimuti pondok pesantren di bilangan Jalan Indrakilla, Kampung Timur, Balikpapan Utara. Para santri yang menimba ilmu agama Islam tersebut kehilangan sosok panutan. Pimpinan pesantren berusia 60 tahun menghadap Illahi, Minggu (29/3).

Yang disesalkan bukanlah kepergian sang kyai, melainkan informasi merebak yang dianggap tak terverifikasi dengan baik. Ustadz Muhammad Zain Hakim yang juga putra dari almarhum memaparkan peristiwa yang dialami, pada program Sarapan Pagi radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Kamis (2/4). Berikut petikannya.

Bagaimana keadaan pondok pesantren saat ini?

Sampai saat ini kami para santri, dan keluarga dari pihak almarhum tidak ada gejala apa-apa. Bisa dikatakan sehat semua. Yang perlu diluruskan adalah berita yang beredar bahwa semua penghuni pondok termasuk santri dan pengelolanya masuk Orang Dalam Pengawasan (ODP). Santrinya ada 50 dan pengelolanya ada lima orang. Jadi totalnya 55 orang.

Perlu kami konfirmasikan, bahwa jumlah santri yang ada sekarang hanya 39 orang. Sebelas santri sudah kembali ke kampung halamannya masing-masing. Dan dari 39 santri tersebut yang ikut pemeriksaan kesehatan ada 17 santri. Ini di luar istri dan anak-anak almarhum.

Karena ketujuhbelas santri tersebut ikut rombongan pimpinan pondok pesantren ke Gowa, Sulawesi Selatan, untuk mengikuti event akbar pertemuan jamaah tabligh se Asia dalam acara Ijtima Asia di Pakatto, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Sampai saat ini ketujuhbelas santri kami dalam keadaan sehat walafiat. Kalau ada informasi yang beredar bahwa kami keluar masuk di area pondok kami, itu semata-mata bukan untuk kepentingan kami pribadi. Tapi karena kyai kami ini dimakamkan di luar dari pondok.

Dimakamkan sangat jauh di Km 15. Jadi kami sebagai santri sekitar 20 orang lebih selalu ziarah 24 jam ke makam beliau.

Makanya bila ingin mengetahui lebih jauh keadaan santri, Dinas Kesehatan datanglah ke pondok kami. Jangan takut, karena ini demi menjaga nama pondok. Menjaga nama Islam supaya kita ini tetap bersatu.

Kami ingin mengetahui kronologi sampai almarhum dinyatakan positif Corona?

Pak kyai saat itu dari Jakarta menuju Makassar. Hanya sehari untuk mengantar ulama. Sehari sebelum acara Ijtima beliau kembali ke Balikpapan untuk menjemput istri. Waktu itu saya lihat beliau memang dalam keadaan lemas, tapi bukan demam. Namun karena kami khawatir dengan usia beliau yang sudah tua dan kurang sehat, maka beliau segera kami bawa ke rumah sakit.

Pukul 11 malam kami ke rumah sakit. Beliau diperiksa. Ternyata hanya kurang darah. Kemudian empat hari berlalu beliau di rumah sakit, sama sekali tidak diinfus, atau ada penanganan khusus. Setelah 8 hari beliau di rumah sakit baru dinyatakan positif Corona.

Mungkin saja saat suster menyampaikan, beliau langsung terkena serangan jantung. Padahal di hari sebelum beliau meninggal jam 12.35, beliau masih SMS saya. Beliau bilang mau ke toilet dulu. Mau ambil air wudhu, mau salat dzuhur. Tiba-tiba diberitakan kalau beliau sudah meninggal dunia.

Makanya, dari pihak rumah sakit mengabarkan beliau meninggal karena jatuh di toilet. Karena itu sampai saat ini kami masih menunggu hasil rekam medis dari rumah sakit apa penyebab beliau meninggal.

Ada CCTV juga yang akan saya ajukan ke badan hukum. Semua akan kami crosscheck lagi. Saya yakin demi Allah beliau tidak punya riwayat penyakit apa-apa. Beliau orang sehat. Bahkan bisa saya bilang dari 20 ribu orang lebih di Pakatto itu, beliau orang terkuat.

Jadi saya heran, saat meninggal dikatakan ada penyakit jantung. Penyakit inilah, penyakit itulah. Saya saja sebagai anak beliau tidak menerima hasil rekam medis atau surat kematian dari rumah sakit. Bahkan jenazahnya pun tidak dilihatkan ke kami. Meski ada prosedur pemakaman, tapi kami tidak dikasih dokumentasinya.

Apa hikmah yang bisa diambil dari peristiwa ini?

Kita kembalikan saja kepada Allah. Kita serahkan diri pada Allah. Kami ingat pesan almarhum, kita ini hidup di dunia hanya sementara. Di akhirat selama-lamanya. Karena kata almarhum, tidak ada yang kekal abadi kecuali di sisi Allah.

Apa harapannya untuk warga Balikpapan dari peristiwa ini?

Untuk warga Balikpapan agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Janganlah kita menjadi penyebar fitnah, bila mendengar informasi tentang pondok pesantren kami mohon dicrosscheck langsung ke kami. Apalagi yang menyangkut ulama. Mari kita jaga silahturahmi demi kebaikan bersama. (*/kpfm)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *